Artikel News

Perhumas Riau Gelar Bakti Sosial dan Tanam Pohon Bersama Warga

PEKANBARU - Mengawali kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-3 yang akan dilaksanakan, Rabu (16/3/2016) nanti, Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Cabang Riau melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya pada Minggu (13/3/2016) pagi.

Acara yang diisi dengan kegiatan penanaman pohon, pelayanan kesehatan/pengobatan dan pembagian buku tulis gratis ini disambut gembira oleh masyarakat. Terlihat dari ratusan warga masyarakat yang hadir dari wilayah Kelurahan Kulim dan sekitarnya. Tidak hanya orang dewasa, puluhan anak anak pun antusias meramaikan kegiatan yang berlangsung di lapangan RW 3, Jl. Sepakat Kelurahan kulim Kecamatan Tenayan Raya.

Kegiatan yang diawali dengan Deklarasi Riau Zero Asap yang dipimpin oleh Ketua BPC Perhumas Riau yang di ikuti seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut diantaranya Ketua RW 3 Kelurahan Kulim, Babinsa Kelurahan Kulim serta tokih masyarakat setempat dan tenty saja pengurus dan anggota BPC Perhumas Riau.

 

Ketua BPC Perhumas Riau Ian Machyar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Perhumas Riau terhadap kelestarian lingkungan dan hutan khususnya di Provinsi Riau mengingat bahwa Riau merupakan wilayah yang rentan dengan adanya kabut asap yang di sebabkan pembakaran hutan.

"Deklarasi Riau Zero Asap sebagai upaya nyata komitmen dan keprihatinan Perhumas Riau atas kebakaran lahan yang ada di Provinsi Riau. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan kerjasama BPC Perhumas Riau dengan Perhumas Muda Jogjakarta yang sebelumnya sudah melakukan kegiatan kampanye tentang pentingnya kelestarian lingkungan yang dilaksanakan di Kota Jogjakarta beberapa bulan lalu," ujar Ian didampingi Wakil Ketua BPC, Nazrul Edy.

Setelah deklarasi acara dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon buah dari CD PT.RAPP dan pengobatan gratis yang di fasilitasi oleh RS. Awal Bross Pekanbaru.

Penanaman pohon di lingkungan RW 3 sangat disambut antusias disambut warga, Ketua RW 3 Yatim berterimakasih atas kepedulian BPC Perhumas Riau dan Perusahaan yang memberikan bantuan bibit dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat ini. "Kami berharap kedepan kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh dan dilaksanakan juga oleh organisasi dan lembaga lain. "Warga kami akan senang dan pasti berpartisipasi, tentunya dengan massa yang lebih banyak," tutup Yatim. (rls)

 


Polisi dan Masyarakat Melakukan Kegiatan Bakti Sosial Terpadu

Personil Binmas Polsek Rappocini Makassar bersama dengan masyarakat Kelurahan Tidung Kecematan Rappocini Makassar melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Terpadu Antara Polri dan Masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di jalan Skadar N Kelurahan Tidung Makassar, Minggu (15/10/2017) pagi.

Rencana kegiatan Bakti Sosial menjadi program kerja bulanan dari Unit Binmas Polsek Rappocini agar dapat turun langsung bersama warga dalam membantu masyarakat menjaga kebersihan sekaligus membangun silatuhrahmi antar Kepolisian dengan seluruh lapisan masyrakat yang akan berdampak dengan terjalinnya hubungan emosional yang baik dengan masyarakat yang pada akhirnya membawa tujuan akhir yaitu terbentuknya Situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan Baksos mendapat respon dan apresiasi yang sangat baik dari warga khysusnya Lurah Kelurahan Tidung Ibu Lyliana mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian Polsek Rappocini yang telah membantu warga dari segala aspek dan terkhsusus kemanan.

Turut hadir dalam giat tersebut yakni, Lurah kel. Tidung ibu Lyliani Sunarno, Panit 1 Binmas Ipda Muh. Basri, Panit 2 Binmas Ipda Basman, Tomas Bpk. H. Syamsuddin Umar, Para Ketua RW dan RT, Bhabinkamtibmas jajaran Polsek Rappocini, Anggota FKPM Kel. Tidung dan Warga masyarakat.


LANTAMAL II MELAKSANAKAN KEGIATAN BAKTI SOSIAL

Lantamal II Padang melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan sosial dalam rangka HUT Lantamal II ke-7 tahun 2013 ini, dengan melaksanakan bakti sosial berupa pemberian santunan, lomba kreativitas anak, bersih pantai di Pantai Purus dan penghijauan.

Brigadir Jenderal TNI Marinir Soedarmien Soedar selaku Danlantamal II menyampaikan, penanaman pohon serta kegiatan bersih pantai merupakan keharusan dan tidak terpisahkan dari pola kehidupan sehari-hari baik personel militer maupun personel sipil di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan kegiatan penanaman pohon dapat berkelanjutan dan ditularkan kepada semua kalangan warga di wilayah kota Padang serta meningkatkan citra pariwisata pantai purus sebagai salah satu tujuan andalan pariwisata kota Padang.

Bakti sosial adalah bagian dari kegiatan pembinaan potensi maritim yang merupakan salah satu bentuk kepedulian kita bersama dalam memperhatikan potensi maritim di wilayah pantai barat Sumatera yang menjadi wilayah kerja Lantamal II, sejalan dengan itu pembangunan dan tata ruang daerah pariwisata di Kota Padang hendaklah mengacu dan sesuai dengan RUTR wilayah kota Padang sehingga pembinaan potensi maritim yang baik dan pelaksanaan RUTR wilayah yang benar akan secara langsung dapat mendukung unsur utama dan unsur pendukung pertahanan dan ketahanan nasional.

Turut hadir dalam pelaksanaan bhakti sosial tersebut Walikota Padang H. Fauzi Bahar, serta perwakilan dari instansi militer dan kepolisian maupun unsur kemaritiman di wilayah Padang dalam setiap kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan merupakan wujud kepedulian sosial bagi masyarakat.

(Dispen Lantamal II)

 


Polisi Peduli, Polres Purbalingga Lakukan Kegiatan Sosial di Desa Karangcegak

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Purbalingga – Sebagai wujud kepedulian terhadap warga tidak mampu, Polres Purbalingga melaksanakan kegiatan bertajuk Polisi Peduli. Polisi Peduli Polres Purbalingga melaksanakan kegiatan sosial di Desa Karangcegak Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jumat (1/12/2017).

Dalam Polisi Peduli kali ini kegiatan dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Sukarwan yang didampingi Kasat Sabhara AKP Suswanto. Hadir dalam kegiatan Camat Kutasari Raditya Widayaka, Kades Karangcegak dan warga masyarakat sekitar lokasi.

Saat kegiatan anggota dari Satsabhara dan Satlantas turut terjun dalam kegiatan. Mereka tampak membaur bersama warga, TNI dan sejumlah kader bela negara bahu membahu melaksanakan bedah rumah warga.

Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.IK., M.H. melalui Kasat Lantas AKP Sukarwan mengatakan bahwa kegiatan Polisi Peduli dikemas dengan berbagai kegiatan diantaranya sarapan bersama warga, pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan dan terakhir bedah rumah milik salah satu  warga Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari.

Rumah warga yang mendapatkan bantuan perbaikan adalah milik pasangan suami istri Sanmeja dan Jebeng. Warga tersebut sudah mendapatkan bantuan sebelumnya dari pemerintah namun belum selesai pembangunannya.  

“Oleh sebab itu kita berikan bantuan berupa material dan sejumlah peralatan  lainnya. Mudah-mudahan pembangunannya segera selesai dan dapat ditempati. Sehingga warga tersebut memiliki rumah yang layak huni untuk tempat tinggalnya,” ucapnya.

Kasat Lantas menambahkan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan. Harapannya kegiatan ini juga mampu untuk lebih mendekatkan diri antara Polisi dengan masyarakat.

Untuk dana yang digunakan melaksanakan kegiatan ini berasal dari sumbangan suka rela anggota Polres Pubalingga. Dimana anggota memberikan dana sosial seikhlasnya setelah pelaksanaan apel pagi. Setelah terkumpul kita wujudkan untuk kegiatan sosial ini.

“Kedepan kita sudah berencana melaksanakan kegiatan serupa di lokasi yang berbeda untuk melaksanakan kegiatan sosial memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Kutasari Raditya Widayaka menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian Polres Purbalingga yang telah peduli dengan warga masyarakat kami di Desa Karangcegak. Semoga kegiatan seperti ini dapat berlangsung dan berkesinambungan karena untuk membantu saudara kita yang kurang beruntung. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga mereka juga dapat hidup secara layak.

( Humas Polres Purbalingga Polda Jateng )


Kisah Nabi Muhammad dan Anak Yatim dalam Sebuah Lagu

Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar rumah untuk menunaikan salat Eid (Hari Raya). Dalam perjalanan menuju masjid, beliau berpapasan dengan anak-anak berpakaian baru dan bagus-bagus sedang bermain dengan riang gembira. 

Nabi SAW menjumpai salah satu di antara mereka seorang anak telanjang sedang duduk menangis tersengguk-sengguk.

Nabi Muhammad SAW menghampiri anak itu dan bertanya padanya:

“Kenapa menangis?”

“Tinggalkan aku!” Bentak anak itu. Si anak tak tahu sedang berhadapan dengan Nabi SAW.

“Apa yang kau tangisi?” Nabi SAW mengulang pertanyaannya.

“Ayahku meninggal sewaktu berperang bersama Nabi. Ibuku kawin lagi dan meninggalkanku sendiri. Ia merampas rumahku dan mengambil seluruh milikku. Aku hidup sebatang kara. Tanpa pakaian, tanpa makanan. Ketika aku menyaksikan kawan-kawanku berbahagia di hari raya ini, hatiku bertambah sedih. Karena itu aku menangis”

“Maukah kamu menjadikanku sebagai ayahmu, Aisyah sebagai ibumu, Fatimah sebagai bibimu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husein sebagai saudaramu?” Kata Nabi SAW sambil memeluk anak itu dan membawanya ke rumah beliau.

Itulah kira-kira cerita dalam lagu “Qishohtu al-Nabi Maal Yatim” (Kisah Nabi bersama Seorang Yatim) yang dinyanyikan Dorsof Hamdani, seorang penyanyi sekaligus musikolog dari Tunisia. Meskipun tidak sepenuhnya sama persis, syair lagu ini disadur dan diadaptasi dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Basyar bin Aqrabah:

“Ayahku mati Syahid ketika berperang bersama Nabi SAW. Nabi SAW lewat di depanku ketika aku sedang menangis. ‘Diam!’ Ujar Nabi ‘Maukah kau menjadikanku ayah dan Aisyah ibumu?’ Aku mengiyakan. [HR Bukhari]

Itulah akhlak Nabi SAW. Sebagai Manusia Agung yang dilahirkan yatim, Nabi Muhammad SAW merasakan betul bagaimana rasanya hidup tanpa ayah dan ibu.  Karena itu banyak sekali hadis nabi yang menceritakan kelebihan dan keutamaan anak yatim. Kita tidak boleh menghardik anak yatim, mengambil hartanya, apalagi sampai mengeksploitasinya untuk kepentingan tertentu, semisal mendirikan Panti Asuhan untuk mengambil keuntungan pribadi. Naudzubillah.