Artikel News

Jumlah Anak Yatim di Indonesia Capai 3,2 Juta

Yayasan Yatim Mandiri mencatat jumlah anak yatim di Indonesia saat ini mencapai 3,2 juta jiwa. Jumlah terbanyak ada di NTT dan Papua.

"Secara rinci, anak yatim di Indonesia saat ini berjumlah 3.176.642 anak dengan 157.621 anak di antaranya dari Jatim," kata Pembina 'Yatim Mandiri' H Nur Hidayat di Surabaya, Senin (1/4).

Data yang dihimpun Yatim Mandiri hingga 2012 itu mencatat anak yatim terbanyak di Indonesia ada di NTT dengan jumlah mencapai 492.519 anak, kemudian disusul Papua yang jumlahnya mencapai 399.462 anak.

"Tentu, jumlah itu akan terus bertambah, tapi jumlah sebanyak itu yang ada saat ini ditangani 20 lembaga amil zakat se-Indonesia, termasuk Yatim Mandiri. Mereka ditampung pada 8.000-an panti asuhan," katanya didampingi Direktur Utama Yayasan Yatim Mandiri, H Agus.

Khusus Yatim Mandiri, sudah memiliki 23 cabang yang berdiri pada 21 provinsi se-Indonesia sejak 1994 hingga tahun 2012. "Saat ini, kami menghimpun dana Rp 55 miliar setahun dari 110.000 donatur se-Indonesia, namun kami mengelolanya dengan melibatkan akuntan, ahli sumber daya manusia, ahli marketing, dan sebagainya," katanya.


Anak Yatim Yang Dicintai Allah

Perang yang terjadi selama berabad-abad antara Palestina dan Israel, menyisakan luka dan pedih yang sangat mendalam, banyak diantara mereka menjadi anak yatim atau bahkan yatim piatu, orang yang cacat dan janda.

Memiliki orangtua yang lengkap dan penuh kasih sayang, adalah dambaan semua anak-anak. Hidup dalam keluarga yang harmonis dan penuh cinta, damai dan tenang adalah sebuah bayangan yang indah di mata mereka. Tapi, bagaimana dengan dimata anak Palestina?

Tangan-tangan kecil itu sudah terbiasa memungut peluru-peluru bekas tembakan, menemukan Bom yang hampir meledak atau bahkan menyaksikan ayah dan Ibunya ditodong oleh Pistol laras panjang. Tapi apa yang mereka lakukan? Dengan berani anak-anak kecil Palestina membusungkan dadanya, tidak ada gurat khawatir dan takut dengan timah-timah panas itu.  Karena mereka sudah diajarkan untuk berani, dan diajarkan untuk lebih takut kepada Allah. Mereka percaya akan ganjaran mati syahid adalah surga.

kehidupan Palestina yang serba terbatas. Peperangan yang terjadi dimana-mana membuat rakyat Palestina tetap teguh dalam keimanan dan ketakwaan, terbukti dengan masjid-mesjid yang selalu penuh begitu adzan berkumandang. Mereka tidak takut dengan bunyi senjata yang ditembakan ketika mereka harus pergi ke masjid, atau bom-bom yang berjatuhan yang mengancam nyawa mereka.

Dilansir dari eramuslim.com bahwa salah satu rahasia kemenangan Hamas melawan Israel adalah keimanan mereka.

Sedari kecil anak-anak Palestina sudah ditarbiah dan diajarkan bertauhid kepada Allah. itulah yang membuat anak-anak Palestina menjadi anak yang kuat dan pemberani.

Menjadi anak korban perang dan yatim piatu mungkin menyisakan trauma bagi sebagian anak-anak. Tapi kebanyakan anak-anak Palestina mampu bertahan dari keadaan itu. Hatinya memang sedih kehilangan orangtua yang selama ini melindungi, menyayangi dan memperhatikannya, tapi keyakinannya kepada Allah membuat mereka kuat dan mampu bertahan.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Melihat kondisi anak yatim yang sengasara, tentu saja Islam tidak tinggal diam. Islam memuliakan anak Yatim, memperhatikan dan merawatnya. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang memberi makan dan minum anak yatim, maka dia akan dimasukan ke dalam surga oleh Allah, kecuali jika dia melakukan dosa besar yang tidak diampuni. “

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda melalui hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, “Barang siapa yang mengusap kepala anak yatim baik laki-laki maupun wanita  pada setiap helai rambut anak itu terdapat kebaikan baginya dan barang siapa yang mengasuh anak yatim baik laki-laki ataupun wanita serta menunaikan amanah memberinya makan maka baginya dan aku berada di surga seperti ini dan ini “Rasulullah berbicara sambil mensejajarkan jari tangannya. ( Ranny Fitriani/amalmulia)


Membuka Pintu Surga dengan Memelihara Anak Yatim

Amalan selanjutnya agar kita bisa membuka pintu surga Allah adalah dengan menyantuni anak yatim. Menyantuni anak yatim barang kali merupakan hal yang sangat sederhana, tetapi banyak mengandung makna yang tersimpan di dalamnya. Sebab, barang siapa yang suka menyantni anak yatim, maka ia akan dajauhkan dari api neraka.

Ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari  Sahl bin Sa`ad, Rasulullah Saw bersabda, “aku dan pengasuh anak yatim adalah seperti ini” beliau berkata sambil menunjukkan jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.”(HR. At-Tirmidzi)

Ibnu Hajar dalam syarahnya mengonmentari hadis ini, “Ibnu Bathol berkata, ‘bagi siapa saja yang mendengar hadis ini hendaklah mengamalkannya agar ia bisa menjadi pendamping Nabi Saw di surga.  Sebab tidak ada kedudukan yang lebih tinggi di akhirat dari pada kedudukan ini.”  Kemudian Ibnu Hajar berkata, “dalam hadis terkandung isyarat bahwa antara derajat nabi dengan orang yang mengasuh anak yatim keduanya adalah seperti perbedaan antara jari telunjuk dan jari tengah.

Senada dengan hadis ini, Rasulullah bersabda, “jarak antara diutus diriku dan hari kiamat adalah seperti ini.” Kemudian ia melautunkan, “cukuplah untuk menunjukkan kedekatan satu kedudukan dengan kedudukan yang lain adalah terkumpulnya dua perkara; cepatnya masuk surga dan kedudukan yang tinggi.”(HR. Bukhori)

Al-Banna berkata, “para ulama berkata bahwa maksud dari hadis-hadis seperti ini adalah puncak ketinggian derajat bagi seseorang yang merawat anak yatim dan yang lainnya. Sebab, kalau tidak demikian, tentu derajat para nabi itu telah tinggi dan mulia. Sedangkan perbedaan antara dua jari mengandung isyarat akan adanya derajat perbedaan para nabi dan personal umat ini.

Diantara pemandangan yang paling menyedihkan adalah seseorang yang melihat anak yatim yang air matanya mengalir diatas kedua pipinya karena tangisan sambil memanggil, ‘duhai ayahku,’ dan tidak ada yang menjawabnya, karena bapaknya telah berada dibawah timbunan tanah (alam kubur). Pernahkah kita melihat seorang anak yatim yang seperti demikian itu? sungguh apabila kita melihat yang demikian itu kemudian kita hanya diam saja, itu berarti kita sama halnya dengan membiarkan anak yatim dalam duka dan derita. Padahal, menolong anak yatim meskipun itu sedikit saja, Allah akan memasukkan kita kedalam surga-Nya.

Sesungguhnya jumlah anak yatim umat Islam terus bertambah kerena pengaruh peperangan yang menimpa kaum muslimin diberbagai belahan dunia. Lalu, siapakah yang akan mengasuh anak-anak yatim itu dan mengembalikan senyuman di wajah-wajah mereka, kalau tidak tangan-tangan bersih yang mengharapkan derajat-derajat yang tinggi di sisi Allah. Bila kita tidak segara merawat mereka, niscaya berbagai tangan yang tidak bertanggung jawab akan mengambil mereka.

Bisa kita lihat misalnya, banyak anak-anak yatim yang ibunya sudah tidak mempunyai apa-apalagi. Anak itu kemudian  mengemis di pinggir jalan, mencari uang hanya untuk kebutuhan makan setiap hari. Padahal, orang muslim disekelilingnya sudah tahu bahwa anak itu adalah anak yatim. Apabila hati kita tidak  terketuk untuk memelihara anak yatim tersebut, itu berarti hati kita sudah keras seperti batu.

Di lingkungan kita, sudah pasti ada anak yatim yang nasibnya tidak jauh berbada dengan anak yatim lainnya. Sebagai seorang muslim yang baik dan beriman, amka sudah sepantasnya apabila kita memelihara anak yatim tersebut dengan memberinya makan, minum, sandang dan papan. Sungguh betapa mulianya orang yang mau memelihara anak yatim tersebut.


HUT Ke-11 Hotel Novotel Lakukan Berbagai Kegiatan Sosial

 Bertepatan dengan hari ulang tahun Novotel Palembang yang jatuh pada tanggal 7 Februari 2015, Novotel Palembang mengadakan aksi donor darah bagi seluruh staf, tamu hotel dan tanpa terkecuali masyarakat umum juga dapat bergabung dalam acara yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (7/2/2015).

“Tepat hari ini Novotel merayakan ulang tahun yang ke-11. Dan tahun ini kita merayakan ulang tahun dengan berbagi kepada sesame,” ujar Jelvy, Marketing Communication Manager.

Beberapa kegiatan telah dilakukan sebelum hari ulang tahun Novotel.

Minggu lalu Novotel melakukan kunjungan ke 2 panti asuhan sekaligus, yakni Panti Asuhan Nurul Huda dan Cahaya Ummi.

Pada kesempatan tersebut dihadiri Rulvastina Randy selaku General Manager Novotel.

Hotel berbintang empat ini membagikan perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan, seperti baju, handuk dan sembako. Novotel juga menyumbangkan dana untuk memperbaiki dapur panti asuhan.

"Berbagi kepada sesama menjadi tema ulang tahun Novotel, karena kita tahu setetes darah kita sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Termasuk pula membagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan. Dan di ulang tahun Novotel yang ke-11, besar harapan bahwa Novotel dapat terus berbagi kepada sesama kita yang membutuhkan dan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi tamu hotel,” ungkap Rulvastina.

(Muhammad Maturidi)


Aktif di Kegiatan Sosial, Kanit Dikyasa Polres Pessel Nahkodai IKABA 2002 Periode 2018-2020

PESSEL, KABARDAERAH  – Ikatan Alumni Bintara (IKABA) TTNT-ASADE komitment akan terus menggalakan kegiatan sosial dan keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat Sumbar dan Pessel khususnya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pessel Bripka Riki Mustika yang terpilih sebagai Ketua IKABA periode 2018-2020 pada Musda yang dilaksanakan di SAGA Murni Hotel mengatakan, perlunya sinergisitas dengan semua pihak dalam menciptakan kemajuan di semua bidang.

“Ini adalah bentuk komitmen kita dalam menjalankan tugas sebagai polisi ditengah masyarakat, hal itu tentu akan lebih baik jika kita bersinergi dengan semua pihak dan semua elemen masyarakat, ” sebut Riky dalam kegiatan temu Ikatan Alumni Bintara (IKABA)TTNT-ASADE 2002 ke 15 yang dilaksanakan di Pantai Carocok Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 31 Maret 2018-1 April 2018.

 

Pria yang banyak membina organisasi club motor tersebut menyebutkan,  pada kegiatan tahun ini tak hanya sekedar bertemu alumni dan memilih ketua angkatan baru, para bintara polisi tamatan 2002 tersebut, kata dia, juga ikut bersosial dengan membagikan sejumlah kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) kepada Panti Asuhan Miftahul Jannah Lumpo dan Muhamadiyah.

“Tak hanya itu, kami juga ikut meramaikan konser amal yang dilaksanakan oleh Pemkab Pessel dan Aliansi Pessel Peduli  dimana menghadirkan Melly Goeslaw. Dari IKABA 2002 terkumpul donasi untuk Save Palestine sebesar Rp2.002.000,” ucap Riki Mustika yang juga aktif dalam organisasi sosial APP Aliansi Peduli Pessel itu.

Tak sampai disitu, sejumlah kegiatan positif dilakukan oleh para petugas polisi tersebut, seperti pemberian pelindung kepala (helmet, red) kepada pengguna jalan, sebagai wujud kepedulian akan keselamatan jalan sesuai program pemerintah tentang dekade aksi keselamatan.

“Tidak lupa kami juga melakukan pelepasan bibit penyu yang harus dilestarikan,” tuturnya. (Red/*)