Artikel News

Sedari subuh, Cilegon dan sekitarnya diguyur hujan. Begitu pula, pada saat Mobile Qur'an PPPA Daarul Qur'an sampai di Taman Kanak-kanak Tahfidz Daarul Mu'minin Nusantara. Tepat pukul 09.00 WIB tim MoQu tiba di sekolah yang berlokasi di Rt 002/013, Kec. Jombang Wetan, Kota Cilegon ini.

Pada saat yang sama suasana di mushola Daarul Mu'aminin nampak sepi. Hal ini membuat Tim MoQu cemas, ditakutkan para peserta tidak hadir karena hujan. Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi.

Santri, santriwati, beserta pembimbing dan wali santri berbondong-bondong datang dari arah belakang mushola. Ternyata mereka telah menunggu kedatangan MoQu. "Santri disini suka memberi kejutan," kata Naryo Sunaryo Koordinator MoQu, sambil tersenyum melihat kerumunan santri yang datang kearah mushola.

Derasnya hujan, tidak sama sekali menyurutkan semangat Tim MoQu. Tetap bersemangat menghibur dan memotivasi santri. Biarpun persiapan sedikit terhambat dengan turunnya hujan, namun amanah tetap amanah, pantang untuk mundur.

"Ini baru hujan air, Rosulullah dihujani anak panah pun tetap maju berdakwah. Namanya juga dakwah, pasti banyak rintangan," jelas pria yang akrab disapa Kang Nayo ini.

Lebih dari 60 peserta mengikuti acara kali ini. Dari awal sampai kini mejelang dimulainya acara. Tingkah para santri yang masih duduk dibangku TK ini sungguh membuat gemas siapapun yang melihatnya.

Mereka berlari kesana-kesini, loncat-loncat, beberapa yang asyik dengan orang tua mereka, ada pula yang terus meminta foto kepada Tim MoQu. Dengan berbagai gaya, mereka berpose bak foto model.

Setelah semua siap, tepat pukul 09.15 WIB, acara dimulai. Dibuka oleh ustadz Samsul Ahmad, Koordinator Daarul Qur'an Cilegon. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, para santri yang sejak tadi sibuk bermain, kini tenang dan tertib di depan mobil MoQu.

Kak Samsul, seperti itu panggilan akrabnya, mengajak santri untuk maju kedepan membacakan surat An-Naba. Dengan semangat, Andhika Pratama (6), mengengkat tangannya. Alhamdulillah, dengan lancar ia dapat melantunkan surat An-Naba ayat 1-10. Ia pun dihadiahi sebuah alat tulis oleh Kak Samsul.

Inti acara pun tiba, bersama tim pendongen MoQu siap berdongeng. Adalah "Tidak Mau Bolos Ngaji", tema hari ini. Ayami dan Ahmad, dua tokoh utama dalam dongeng ini.

Diceritakan Ayami adalah gadis kecil yang sholihah, rajin mengaji dan patuh kepada orag tua, berbeda dengan Ahmad, anak laki-laki yang malas. Dalam pembawaannya, Kak Ihan banyak menirukan suara binatang, seperti gajah, harimau, kuda dan lain-lain. "ghrrrrauumm," saat menirukan suara harimau.

Para santri pun sangat terhibur dengan suara dan mimik wajah yang dibuat sang pendongeng. Tak ayal beberapa dari mereka sampai tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya.

Singkat cerita, Ahmad yang selama ini sering bermalas-malasan untuk belajar dan mengaji, setelah melihat Ayami yang rajin dan selalu diberikan rizki yang tak terduga oleh Allah. Alhamdulillah, ia pun termotivasi untuk berubah, rajin mengaji dan berbakti kepada orang tua.

Semakin siang justru semangat santri semakin menggebu-gebu. Terbukti, Arfa (5), tak mau kalah dengan Andhika yang lancar membacakan surat An-Naba ayat 1-10. "Sayaaa.. !!" teriaknya, tatkala Kak Ihan bertanya,"siapa yang ingin maju kedepan."

Ia pun ingin membuktikan, bisa ujug gigi. Namun, karena sedikit malu-malu, ia pun hanya dapat mempersembahkan hafalannya sampai ayat ke-5, surat An-Naba. Tak masalah, karena ia sudah berani dan semangat menghafalkan Alqur'an.