Artikel News

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Sanctus Albertus Magnus Sungai Raya mengutus anggota kadernya saudari Laurensius selaku Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK) untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara bagi Pimpinan Organisasi Lintas Agama di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi di Cisarua Bogor 16-19 April 2018 yang lalu.

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah 
1. Meningkatkan Pemahaman kesadaran dan ketaatan berpancasila dan berkonstitusi kepada masyarakat
2. Meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi masyarakat mengenai Konstitusi dan hukum acara Makamah Konstitusi serta isu-isu Ketatanegaraan.
3. Memberikan informasi berbagai aspek mengenai Makamah Konstitusi sebagai salah satu pelaku kekuasaan kehakiman menurut UUD NRI tahun 1945 termasuk perkembangan terakhir pelaksanaan tugas Konstitusional Makamah Konstitusi .
4. Meningkatkan Pemahaman dan kesadaran kebangsaan.

Kegiatan ini di ikuti Organisasi Lintas Agama seindonesi dari Sabang sampai Maroke di antara lain sebagai berikut:

PII,PMKRI,KHMDI,KAMMI,HIMAHBUDHI,HMI,GMI,dan GKMI dengan jumah peserta yang hadir 140 orang.

Salah satu Perwakilan Peserta iatu Muhamad Teguh dalam sambutan di hari Penutupan berharap beliau menuturkan kiranya kegiatan ini tidak hanya serimonia harus ada tidak lanjut dan di prioritaskan setiap tahun dan Pemuda yang merupakan tongak sejarah bangsa ini berharap tetap berdiri teguh Membumikan dan mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa.

Peran pemuda saat ini sangat lah vital di era demokratisasi.

Alam keterbukaan demokrasi memungkinkan pemuda terdidik dengan idealisme yang tinggi untuk terus memperjuangkan nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat, agar tidak lekang termakan zaman yang bergerak cepat.

Dalam sambutan penututupannya salah satu dari kesembilan hakim berharap anak muda di minta mampu mengawal dan menegak hak Konstitusi dan merawat keragaman muktikultur RAS adat istiadat dan budaya Karakter bangsa Indonesia serta berani mengkritisi yang melangar hak Konstitusional UUD NRI 1945.

Sebagai Kader PMKRI yang di utus untuk mengikuti kegiatan ini saya merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yesus Kristus Juru Slamat ,Orang tua dan keluarga, Ketua Presidium Demisioner Edouardus dan jajaran DPC ,ketua Presidium terpilih Tri Natalia Urada serta alumni, senior, teman-teman perhimpunan aktif cabang Sungai Raya, rekan - rekan DPC Bengkayang, Sintang, Melawi, Ketapang, dan Pontianak yang telah mendoa dan merestui saya.

Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa mewakili Kalbar di kegiatan nasional seperti ini mendapat pengetahuan dan pengalaman sebagai suatu proses belajar.