Wakaf & Zis

Bila Anda ingin berinfestasi akherat berupa "WAKAF" untuk pembebebasan tanah dan bangunan Asrama yatim yang di jual pemiliknya. Total pembiyaan 290 X 3,000,000,- Rp. 870,000,000,00. (0,5 M Rp.1,500,000. dst ) salurkan  ke Rek.Mandiri : 125.00.11955.234. Konfirmasi : Nama [ Spasi ] Jumlah [ Spasi ] Alamat ..SMS ke 0813 1523 4242. 

Jumhur ( mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum wakaf adalah sunah mustahab (sangat dianjurkan),berdasarkan dalil-dalil umum dan dalili-dalil khusus.

Dalil-dalil umum, misalnya Allah swt berfirman : " kamu sekali-kali tidak sampai kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui". Rasulullah Saw juga bersabda "Jika anak Adam(manusia) meninggal dunia, maka terputuslah segala amal perbuatannya, kecuali tiga: Shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya". wakaf secara umum  dapat dikatagorikan infaq sebagaimana dalam ayat tersebut. Adapun kata shadaqah jariyah dalam hadist diatas, menurut para ulama yang dimaksud adalah wakaf.

Adapun dalil-dalil khusus tentang disyari'atkannya wakaf, di antaranya adalah : Dari 'Amr bin Harits, ia berkata : Rasulullah saw. Tidak meninggalkan harta kecuali seekor bighol (adalah hewan yang lahir dari persilangan kuda dan keledai, Ali Musthafa Ya'kub, Islam Masa Kini), sebilah pedang dan sebidang tanah untuk shadaqah (wakaf)".(HR.Bukhari) Atau, hadist berikut ini : Dari Ibn Umar, ia berkata : "Umar mempunyai tanah di khaibar, kemudian ia datang kepada Rasulullah saw. meminta untuk mengolahnya, sambil berkata: Ya Rasulullah, aku memiliki sebidang tanah di khaibar, tetapi aku belum mengambil manfaatnya, bagaimana aku harus berbuat? Rasulullah bersabda : Jika engkau menginginkannya  tahanlah tanah itu dan shodaqahkan hasilnya. Tanah tersebut tidak boleh dijual atau diperjuabelikan, dihibahkan atau diwariskan. Maka ia menshadaqahkannya kepada fakir miskin, karib kerabat,budak belian, dan ibnu sabil. Tidak berdosa bagi orang yang mengurus harta tersebut untuk menggunakan itu".(HR Muslim). Dua hadist ini merupakan nash yang shorih(jelas) yang secara khusus dijadikan landasan disyari'atkan wakaf.